Pengetahuan dasar tentang kain denim dan jeans

Jeans atau jins bukan barang aneh lagi bagi masyarakat Indonesia sekarang ini. Benda ini biasa kita pakai untuk berbagai kegiatan kita. Tapi ada aturan baku yang masih berlaku yaitu jeans tidak boleh dipakai untuk acara formal. Mungkin hal ini karena asal mula pelopor pemakai jeans kaum pekerja rendahan untuk pekerjaan kasar di lapangan sehingga terkesan kurang sopan dipakai untuk kegiatan formal dalam ruangan. Terlebih busana jeans dipopulerkan oleh kaum yang dianggap kurang terhormat atau berandalan pada waktu itu. Banyak yang salah kaprah menyebut jeans itu kain padahal yang benar pengertian jeans atau jins yaitu bentuk busana ataupun aksesoris olahan dari kain denim, bentuk ini bisa berupa baju, celana, jaket, topi, dsb.

Kain denim merupakan kain yang terbuat dari bahan alam yaitu kapas atau populer disebut katun ( cotton ). Kain ini dibuat dari serat kapas yang dibuat kasar ditenun secara diagonal menggunakan tambahan bahan tertentu. Denim pada mulanya digunakan untuk keperluan pelayaran dan bukan untuk busana. Penggunanya kebanyakan industri pelayaran Perancis dan Republik Genoa yang sekarang menjadi bagian Italia modern.

Pada tahun 1800 an di Genoa dicoba membuat celana dari bahan kain denim ini. Ternyata celana dari denim ini banyak yang menyukai tidak hanya masyarakat Genoa melainkan juga warga Perancis. Dari sinilah penyebutan istilah jeans berasal. Masyarakat Perancis menamai celana dari denim buatan Genoa dengan nama Genes atau celana dari Genoa. Orang Inggris dan Amerika melafalkannya menjadi Jeans. Jadi jelaslah kain denim itu bahan untuk membuat celana yang dinamai Jeans atau di indonesia disebut Jins.
Karakter awal celana Jeans yang dibuat pertama kalinya tentu belum senyaman masa sekarang. Yang diutamakan tentu kekuatannya dalam menunjang pekerjaan lapangan yang keras dan kasar. Banyak pekerja tambang Amerika memakai celana jeans sehari – harinya. Bicara soal bisnis busana jeans tidak bisa lepas dari rintisan perusahaan Levi’s ( Levi Strauss & Co. (LS&CO) ). Bentuk celana jeans modern yang nyaman dan trendi buah dari kreativitas desainer Levi’s.

Kembali ke kain Denim. Dry Denim ( Raw denim ) atau kain denim kering yaitu kain denim yang tidak dicuci setelah proses pewarnaan. Jika untuk produksi tapi denim dicuci terlebih dahulu setelah pewarnaan termasuk Washed Denim. Sebenarnya nyaris tak ada bedanya karena pencucian untuk melembutkan kain dan menghilangkan zat -zat kimia efek pewarnaan. Bentuk kainnya ya seperti produk busana Jeans itu. Selvage Denim / selvedge denim merupakan jenis kain denim yang tehnik penenunannya khusus untuk menghasilkan kain denim yang lebih ringan dan lembut. Pewarnaan kain denim ada dua cara yaitu dengan pewarna Indigo ( cara tradisional ) untuk menghasilkan warna biru, dan cara pewarnaan Sulphur untuk menghasilkan warna non biru. Sekarang kain denim disamping murni katun juga bisa ditambah atau dicampur polyester, lycra, rayon dll. Busana jeans yang seperti sekarang mulai digandrungi masyarakat AS dan seluruh dunia pada tahun 1950 an. Anak anak muda jaman itu yang mulai memakai jeans untuk merubah gaya penampilan. Sebelumnya jeans hanya dipakai pekerja kasar dan para peternak alias cowboy. Maka busana jeans juga dimunculkan dalam bentuk selain celana seperti jaket keans, rok jeans, kemeja jeans, sepatu jeans, topi jeans dll. Pembuatannya juga mengkombinasikan kain denim dengan kain lain agar semakin menarik.
Produsen kain denim terbesar di dunia dipegang oleh Nien Hsing Textile Co.Ltd asal Taiwan dengan produksi total mencapai 9 juta yard per bulan. Perusahaan ini tidak hanya memiliki lokasi pabrik di Taiwan tapi juga di seluruh dunia terutama di Lesotho Afrika dan Nikaragua Amerika Tengah.

kopi
fotowed
<< >>